Parenting Blog

Membahas tentang Ayah, Ibu dan Anak agar Hubungan Lebih Harmonis

apa yang harus dilakukan ketika akan menikah

Apa yang harus dilakukan ketika akan menikahZein Permana seorang Psikolog dalam Channel YouTube miliknya menyampaikan hal-hal apa saja yang harus dilakukan oleh seseorang jika merasa ingin menikah.

Tentunya hal tersebut harus dipahami agar kita bisa memastikan apakah kita siap untuk menikah atau tidak.

Dalam video-video miliknya, ia menyampaikan setidaknya ada lima poin penting yang harus dilakukan ketika ingin menikah. Lima hal itu adalah sebagai berikut.

apa yang harus dilakukan ketika akan menikah

sumber: unsplash.com

1. Mengenal Diri Sendiri

Apa yang harus dilakukan ketika akan menikah pertama kali adalah mengenal diri sendiri. Mengenal diri sendiri adalah ketika kita telah mengetahui siapa kita, apa kelebihan dan kekurangan diri kita, kenapa kita hidup dan apa tujuan hidup kita.

Mengenal diri berarti kita belajar untuk menggali potensi diri kita, dan secara terus menerus melakukan perbaikan. Kita sadar akan pilihan yang kita ambil dalam hidup dan bertanggungjawab penuh atas setiap keputusan.

Ada empat aspek yang kita miliki sebagai individu dalam merespons hal-hal yang terjadi dalam hidup kita dan aspek tersebut perlu kita kenali bagaimana cara kerjanya dan bagaimana cara mengendalikannya.

Jika kita bisa mengenali dan mengendalikan empat aspek tersebut, maka kita telah mengenal diri. Empat aspek itu adalah;

A. Kognisi

Bagaimana cara kita berpikir. Ketika kita sudah bisa mengendalikan pikiran kita, maka kita tidak menjadi overthinking terhadap permasalahan yang terjadi dalam hidup kita.

Kita bisa mengendalikan pikiran, ketika kita mampu berpikir dengan objek berpikir yang tepat, fokus pada objek tersebut dan mampu mewujudkannya menjadi sebuah kenyataan. Mewujudkan ide menjadi tindakan dan karya yang nyata.

Tanda kedewasaan dalam berpikir adalah, ketika kita tidak lagi memikirkan apa yang seharusnya tidak kita pikirkan. Kita mampu membuang pikiran-pikiran yang tidak berguna bagi diri kita dan fokus memikirkan hal-hal bermanfaat bagi diri dan orang-orang di sekitar kita.

Kunci dalam mengendalikan pikiran adalah miliki prioritas dan miliki objek berpikir yang tepat.

B. Perasaan

mengenali perasaan dengan tepat dan mampu mengendalikannya. Sebagai manusia yang memiliki hati dan mampu merasakan sesuatu, terkadang kita bisa menjadi sangat subjektif dalam menilai perasaan dari suatu kejadian.

Kita cenderung membangun perasaan yang mengada-ada, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Oleh karena itu, kita harus bisa mengendalikan perasaan dengan cara, memisahkan antara perasaan dengan fakta atau kenyataan.

Jika kita mampu mengklarifikasi perasaan kita terhadap sesuatu, apakah benar itu fakta bukan hanya sebuah asumsi, maka kita akan mampu mengenali perasaan secara tepat dan lebih objektif.

Kita tidak akan mudah baper, cemas, dan galau terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak nyata.

Kunci dari mengendalikan perasaan adalah pisahkan antara asumsi dan kenyataan, lalu komunikasikan dan ekspresikan dengan cara yang baik jika diperlukan.

Baca Juga: Menikah adalah Pilihan Rasional

C. Konatif

Mampu membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Apa perbedaan antara keinginan dan kebutuhan? Keinginan adalah segala sesuatu yang kita inginkan, namun jika tidak terpenuhi maka tidak akan mengganggu diri kita secara fisik.

Sedangkan kebutuhan, adalah segala sesuatu yang jika tidak terpenuhi maka akan mengganggu kehidupan kita secara fisik. Misalnya makan dan minum, kapan kita butuh makan atau hanya sekedar ingin makan.

Ketika kita tidak makan dan itu membuat badan kita lemas artinya kita sedang butuh makan, jika kita tidak makan suatu makanan dan tidak terjadi apa-apa pada tubuh kita, mungkin memang kita tidak sedang butuh dengan makanan tersebut, mungkin itu hanya keinginan, bukan sesuatu yang benar-benar kita butuhkan.

Begitu pula dengan menikah, apakah menikah sudah menjadi kebutuhan bagi diri kita, atau kah hanya sekedar keinginan? Apakah kita butuh menikah? Atau hanya ingin menikah? Ketika kita sudah mampu mengendalikan keinginan, maka akan mudah bagi kita menjalani kehidupan berumahtangga kelak.

Karena sebagai manusia yang memiliki hawa nafsu, dan keinginan yang tidak ada habisnya inilah yang cenderung menjadikan manusia tidak pandai bersyukur dalam kehidupan rumahtangganya.

D. Psikomotor atau fisik

Menjaga kesehatan dan pola hidup yang baik. Mengendalikan aktivitas kita dengan menjaga kesehatan dan pola hidup perlu kita lakukan.

Kita mengenal tubuh kita, kapan kita harus bekerja, kapan kita harus beristirahat. Kita sudah mampu mengendalikan tubuh kita dan menjaga fisik kita agar tetap sehat dan optimal menjalani kehidupan dan aktivitas kita sehari-hari.

apa yang harus dilakukan ketika menikah

sumber: instagram (@wiena)

2. Menyadari Menikah Mempersatukan Dua Keluarga

Apa yang harus dilakukan ketika akan menikah yang kedua adalah kita harus menyadari bahwa menikah berarti mempersatukan dua buah keluarga. Bukan hanya dua individu, tetapi dua keluarga besar.

Mengapa menyadari hal ini penting? Karena ketika kita membangun sebuah rumah tangga, kita harus membagi personal attribute yang kita miliki kepada pasangan dan keluarga pasangan kita nantinya.

Setelah kita mengenal diri, kita sudah mampu mengendalikan empat aspek dalam diri kita, maka dengan menikah, kita akan berbagi keempat aspek tersebut kepada pasangan kita dan keluarganya.

Oleh karena itu, setelah mampu mengendalikan empat aspek pada poin pertama, kita harus bisa membangun empat aspek tersebut agar membawa manfaat tidak hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga memberikan manfaat kepada pasangan kita dan keluarga pasangan nantinya.

Maka hal yang perlu kita lakukan adalah, belajar dan melatih agar diri kita, dan apa-apa yang kita pikirkan, rasakan, inginkan dan butuhkan mampu membawa manfaat bagi diri kita sendiri dan orang lain di sekitar kita.

Agar ketika kita menikah nantinya, kita sudah bisa membawa maanfaat bagi rumah tangga kita, keluarga pasangan maupun masyarakat kita di sekeliling kita.

Baca Juga: Manajemen Finansial Keluarga ini Penting untuk Diketahui

persiapan menikah

sumber: unsplash.com

3. Mendekatkan Diri pada Allah

Hal penting yang harus kita lakukan ketika kita ingin menikah adalah memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan terus menerus mendekatkan diri kepada-Nya.

Karena menikah adalah perkara iman, aqidah dan ibadah, maka kita perlu meluruskan niat kita, memperbaiki prosesnya, agar kehidupan rumah tangga kita nantinya diberikan keberkahan oleh Allah SWT.

Jika niat kita tidak lurus dan ikhlas, prosesnya diiringi dengan hawa nafsu dan maksiat, maka sangat mudah bagi syaithan menjeremuskan kita.

Bukan tidak mungkin cinta yang kita rasakan dapat membutakan hati kita dan menjadikan kita lalai dalam cinta kepada Allah. Membuat diri kita lalai dalam beribadah dan justru semakin jauh dari Allah SWT.

Hal-hal yang harus disiapkan sebelum menikah

sumber: Instagram (@sulthana.khansa)

4. Memperbaiki dan Membangun Relasi

Hal perlu dilakukan jika kita ingin menikah adalah memperbaiki kualitas hubungan atau relasi kita dengan orang lain. Terutama orang-orang terdekat di sekeliling kita.

Apakah kita sudah mampu membangun hubungan yang baik dengan orang tua kita, ayah dan ibu kita, saudara kita, teman-teman kita, tetangga kita, dsb. Jika kita belum memiliki relasi yang baik dengan keluarga kita, maka yang perlu kita lakukan adalah memperbaiki kualitas hubungan kita. Begitu pula dengan orang lain di sekitar kita.

Karena menikah adalah tentang membangun hubungan, menjalin komunikasi dalam rumah tangga dan belajar untuk hidup bermasyarakat.

pernikahan dini

sumber: kumparan

5. Menjaga Jarak

Hal terakhir terkait dengan apa yang haurs dilakukan ketika akan menikah adalah  menjaga jarak dengan orang yang kita ingin nikahi. Mengapa harus dengan menjaga jarak? Karena dengan menjaga jarak, kita akan terhindar dari sikap faking good atau berpura-pura baik terhadap calon pasangan kita.

Jika sebelumnya kita jarang berinteraksi dengan calon pasangan kita, maka tetap jaga interaksi tersebut seperti biasanya. Jangan mencoba-coba untuk semakin mendekatkan diri kita dengan dia sebelum benar-benar halal.

Menjaga jarak dilakukan tidak hanya secara fisik, melainkan juga secara psikis dan di dunia maya. Tetap pertahankan diri kita, pikiran kita, dan interaksi kita agar tidak semakin mendekat.

Lalu bagaimana cara agar kita bisa kenal lebih dekat dengan calon pasangan kita? Dekati walinya. Cari tahu karakter dan sifat calon pasangan dari orang-orang terdekatnya.

Bagaimana hubungannya dengan orangtuanya, bagaimana hubungannya dengan saudaranya dan teman-temannya. Jangan coba mengenali dan mendekati orangnya secara langsung agar lebih mudah menjaga perasaan masing-masing, dijauhkan dari godaan syaithan dan dari proses-proses yang tidak membawa keberkahan

Baca Juga: Inilah Seni Mendidik Anak di Era 4.0

Penutup

Nah itulah 5 hal tentang apa yang harus dilakukan ketika akan menikah. Semoga penjelasan ini dapat memantapkan kita untuk menentukan apakah siap untuk menikah atau tidak.

Bila artikel ini bermanfaat maka Anda bisa sebarkan seluas-luasnya agar banyak orang yang juga merasakan manfaatnya terutama bagi mereka yang ingin segera menikah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *