Parenting Blog

Membahas tentang Ayah, Ibu dan Anak agar Hubungan Lebih Harmonis

depresi pasca melahirkan

Kelahiran seorang anak sudah sewajarnya disyukuri oleh setiap orang tua. Inilah saat-saat sang buah hati hadir ke muka bumi menemani kehidupan kedua insan. Tetapi ada hal yang harus diwaspadai khususnya bagi sang ibu yaitu depresi pasca melahirkan.

Kondisi depresi setelah melahirkan ternyata adalah kondisi yang dibenarkan secara medis. Kondisi ini disebut dengan postpatrum depression. 

Bila kamu melihat istrimu setelah melahirkan tiba-tiba terlihat murung, sedih, dan macam orang galau maka itulah kondisinya mengalami postpatrum depression.

Berdasarkan data ada sekitar 10-15% wanita yang mengalami kondisi tersebut. Kondisi depresi ini bahkan kerap tidak disadari oleh sang ibu pasca ia melahirkan.

Depresi Pasca Melahirkan

sumber: unsplash (@anastasiiachepinska)

Mengapa dapat Terjadi Postpatrum Depression? 

Postpatrum Depression secara pasti memang tidak diketahui faktor-faktor penyebabnya. Tetapi ada asumsi atas penyebab dari terjadinya kondisi tersebut. Beberapa faktor penyebab, diantaranya:

Kondisi yang Lelah

Aktivitas melahirkan memang memakan energi yang cukup besar. wajar bila kemudian sang ibu langsung merasa kelelahan, keringatpun bercucuran.

Atas kelelahan tersebut, sang Ibu menjadi sulit untuk berpikir dan cenderung untuk diam dan termenung.

Banyaknya Hormon yang Menurun

Ketika melahirkan, hormon estrogen dan progesteron yang terdapat di dalam tubuh wanita akan menurun drastis. Akibat atas penurunan hormon tersebut akan menyebabkan kondisi emosi yang tidak stabil dan sausana hati yang cenderung berubah-ubah.

Psikologis

Setelah melahirkan seorang wanita akan memikul tanggung jawab yang besar yaitu sebagai seorang ibu. Ia harus mengasuh buah hatinya.

Pasti akan menjadi tantangan untuknya terlebih bila ada kendala lain yang ia pikirkan seperti keuangan keluarga yang sedang kacau balau, suami yang kurang bertanggung jawab dan sebagainya.

Hal tersebut akan membuat kondisi psikologis wanita setelah melahirkan semakin parah dan akan menyebabkan dirinya mengalami postpatrum depression dalam kurun waktu yang cukup lama.

Berapa Lama Durasi Postpatrum Depression?

Sebenarnya durasi seorang ibu akan mengalami postpatrum depression bervariasi. Umumnya terjadi selama 6 minggu pertama setelah melahirkan.

Hal ini berbeda dengan baby blues yang biasanya hanya berlangsung beberapa hari atau paling lama seminggu. Oh ya seringkali postpatrum depression disamakan dengan baby blues. Kedua hal ini sebenarnya berbeda.

Baby Blues adalah suasana hati seorang Ibu yang terganggu pasca ia melahirkan. Baby blues kondisinya lebih ringan dan pemulihannya lebih cepat.

Gejala Depresi Pasca Melahirkan

Kecendrungan seorang ibu adalah menyembunyikan kondisi sedih dan suasana hati yang tidak tenang setelah ia melahirkan.

Padahal bila ditelusuri bisa jadi itu adalah gejala yang timbul akibat dari postpatrum depression. Berikut adalah bebrapa gejalanya:

  • Terus merasa sedih dan gundah gulana tanpa ada alasan yang jelas.
  • Cenderung mengurangi interaksi dengan sang buah hati (bayi) dan selalu merasa kesulitan untuk merawatnya.
  • Sulit untuk berkonsentrasi.
  • Hilang ketertarikan atau minat terhadap hal-hal yang dulunya ia sukai.
  • Muncul perasaan “tidak pantas” untuk menjadi ibu.
  • Mulai banyak overthinking. 
  • Gampang merasa gelisah.
  • Mudah tersinggung.
  • Yang paling berbahaya, muncul pemikiran untuk menyakiti dirinya sendiri atau bahkan bunuh diri.

Gejala-gejala tersebut perlu kamu ketahui secara cepat agar penanganannya juga bisa cepat.

woman touching baby bump

sumber: unsplash (@realkayls)

Solusi Postpatrum Depression

Bila kamu atau istrimu saat ini mengalami hal tersebut maka ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan agar kondisi tersebut tidak berlangsung lama.

Bangun Kedekatan dan Cerita Kepada Orang Terdekat

Bangun komunikasi, kedekatan, dan ceritalah kepada orang terdekatmu. Orang yang paling kamu percaya. Sangat disarankan untuk bercerita kepada pasanganmu.

Dengan bercerita kepada orang terdekat atau orang yang kamu percaya maka akan timbul support yang akan mengurangi kondisi depresimu.

Psikoterapi

Kamu bisa melakukan terapi perilaku kognitif ke psikiater. Ini adalah solusi yang juga disarankan ketika memang kondisi depresimu cukup parah.

Dengan arahan dari psikiater, sang wanita akan diberikan solusi terkait dengan masalah yang sedang ia alami yang menyebabkan ia depresi.

Aktif Berolahraga

Rutin melakukan aktivitas olahraga juga akan membantu mengurangi depresi.

Mungkin kamu berpikir, “kan kita habis melahirkan, rasa lelah masih ada”. Tenang, ada pilihan olahraga ringan yang bisa kamu ikuti meskipun setelah melahirkan.

Salah satu olahraga ringan yang bisa kamu ikuti adalah Yoga. Tetapi jangan terburu-buru untuk olahraga. Konsultasikan dahulu ke dokter apakah kondisimu saat ini sudah pas untuk berolahraga.

Bila sudah, mita saran olahraga yang pas agar tidak mengganggu kondisi fisikmu setelah melahirkan.

Meminum Obat

Kamu bisa menggunakan obat antidepresan untuk mengurangi kondisi depresimu setelah melahirkan. Tetapi pastikan bahwa obat yang kamu minum merupakan resep dari dokter.

Meminum obat ini juga perlu ada pengawasan dokter agar kamu tidak berlebihan atau salah dalam penggunaan obat yang kamu minum.

Penutup

Demikianlah penjelasan tentang depresi pasca melahirkan berikut alasan, faktor penyebab, dan cara mengatasinya. Semoga artikel ini bermanfaat khususnya untuk kaum hawa yang akan melahirkan.

BIla Anda merasa artikel ini bermanfaat maka silahkan untuk disebarkan seluas-luasnya.

Untuk topik parenting seputar kehamilan kamu bisa baca di topik kehamilan.

Sumber: alodokter

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *