Parenting Blog

Membahas tentang Ayah, Ibu dan Anak agar Hubungan Lebih Harmonis

tips hamil di masa pandemi

Hamil di Masa Pandemi, Bagaimana tips terbaiknya? – Ada beberapa masyarakat di antara kita dan mungkin juga Anda yang menikah di masa pandemi.

Tidak menunggu waktu lama, kedua insan yang telah melangsungkan pernikahan pasti akan menjumpai kabar baik dimana gua daris biru terlihat pada test packnya.

Yap, setiap pasangan pasti ingin memiliki momongan.

Niat hati ingin menjaga kesehatan janin setiap harinya, semuanya terhambat karena adanya serangan pandemi alias covid-19. Mengapa terhambat?

Yap, karena ada banyak fasilitas kesehatan yang orientasinya diubah menjadi fokus pada penanganan covid-19.

Lantas bagaimana? Apa risikonya?

dr. Dyana Safitri Vellies, Sp.OG(K), MKes dari Departemen Obstetri dan Ginekologi Universitas Pelita Harapan menjelaskan bahwa ada dua dampak yang akan terjadi apabila Anda beserta pasangan hamil di masa pandemi. Dampak tersebut dikategorikan dalam dua rentang waktu yaitu jangka pendek dan jangka panjang.

Dalam jangka pendek, risiko yang kemungkinan dapat terjadi pada wanita hamil adalah komplikasi di trimester pertama.

Apa saja komplikasi tersebut?

  1. Hamil Ektopik, Ini adalah kondisi dimana sel telur yang dibuahi tertanam di luar rahim.
  2. Infeksi Saluran Kencing (ISK), perubahan jaringan salur kemih bisa diakibatkan karena kondisi hormon kehamilan. Ini menyebabkan rentannya terkena infeksi bakteri.  Harus segera ditangani, karena dapat menyababkan gagal ginjal atau kelahiran prematur.
  3. Keguguran dini, nah ini termasuk yang berbahaya. Kejadian ini dapat disebabkan karena flek yang berlangsung lama dengan warna darah merah segar.
  4. Hiperemesis gravidarum, yaitu kondisi mual dan muintah secara berlebihan dan dapat menyebabkan dehidrasi bahkan muntah darah.

Nah, kalau jangka panjang akibatnya lebih kepada dampak ekonomi. Dimana ekonomi akan mengalami resesi dan situasi akan semakin sulit.

Harga-harga pun akan ikut meningkat sehingga kebutuhan untuk bayi akan menguras kocek yang cukup banyak.

Tapi bukan berarti ada anak malah merepotkan. Bukan begitu maksudnya. Nah, untuk mengatasi dampak ekonomi, Anda bisa baca tulisan tentang Manajemen Finansial Keluarga.

Oke sekarang kita bahas pada topik inti dari artikel ini yaitu tips untuk menjaga kehamilan di masa pandemi. Gimana ya caranya?

Hamil di masa pandemi

sumber: Mommies Daily

Tips Menjaga Kehamilan di Masa Pandemi

Ada 3 tips yang bisa Anda terapkan di kondisi kehamilan Anda saat ini.

Tetap Periksa Kehamilan

Yap, pandemi bukan alasan Anda tidak cek kehamilan loh ya. Karena akan bahaya pada kondisi kandungan. Kita akan sulit menebak bagaimana kondisi kandungan kita saat ini. Apakah sehat-sehat saja atau malah bermasalah?

Nah, karena sekarang sedang pandemi maka Anda tetap bisa melakukan check up dengan metode online. Tools yang bisa digunakan adalah telemedicine.

Dokter tetap bisa memeriksa kandungan Anda kok secara akurat dengan menggunakan tools tersebut. Tapi, bila Anda tetap ingin datang ke rumah sakit, pastikan Anda tetap menjaga protokol kesehatan.

Yap tentunya dengan menjaga jarak dan memakai masker.

Waktu Pemeriksaan Kehamilan adalah 4 Kali (Kalau Kondisi Normal)

Berdasarkan rekomendasi dari Kemenkes RI, waktu pemeriksaan kehamilan adalah 4 kali selama masa kehamilan atau 9 bulan (masa normal).

Kapan saja? Yaitu pada setiap trimester. Jadi trimester pertama sebanyak , lalu trimester kedua sebanyak 1 kali dan trimester ketiga sebanyak 2  kali.

Berbeda dengan Kemenkes RI, badan kesehatan dunia yaitu World Health Organization (WHO), merekomendasikan cek kehamilan sebanyak 8 kali. Yap dua kali lipat dari yang direkomendasikan oleh Kemenkes RI.

Polanya adalah 1, 2  dan 5. Yaitu 1 kali pada trimester pertama, 2 kali pada trimester kedua dan 5 kali pada trimester ketiga.

Nah itu kalau kondisinya normal alias tidak ada pandemi. Kalau kondisinya seperti saat ini yaitu hadirnya pandemi maka disarankan untuk melakukan pengecekan langsung cukup dua kali saja.

Dr. Nasrudin menjelaskan, “Pemeriksaan minimal 2 kali selama kehamilan pada masa pandemi ini dilakukan 1 kali di trimester pertama dan 1 kali saat trimester ketiga,”

Baca Juga: Apa yang Harus dilakukan Ketika Menikah agar Kamu Siap

Hamil di Masa Pandemi

sumber: Honest Docs

Mengetahui Kondisi Normal dan Tidak Normal

Tips ketiga alias tips terakhir ketika hamil di masa pandemi adalah dengan mengetahui kondisi normal dan tidak normal. Hal ini perlu dilakukan agar Anda bisa lebih waspada terhadap kondisi kesehatan Anda.

Kondisi normal adalah kondisi yang umum terjadi pada saat seorang ibu sedang hamil. Kondisi seperti mual, muntah, nyeri tungkai belakang, dan pusing adalah kondisi yang normal. Ketika terjadi hal seperti ini maka Anda cukup istirahat yang cukup dan makan makanan bergizi.

Bila ingin tetap menggunakan obat maka bisa pilih obat yang aman seperti paracetamol untuk meredakan pusing.

Adapun kondisi yang tidak normal alias sudah berlebihan adalah kondisi seperti:

  • Mual dan muntah secara berlebihan bahkan hingga muntah darah,
  • Kontraksi hebat padahal baru trimester pertama dan kedua,
  • Terjadi kejang-kejang,
  • Gerak janin berkurang,
  • Pendarahan campur lendir tanda melahirkan,
  • Hipertensi atau tekanan darah yang meningkat

Dan beberapa kondisi lain yang Anda merasa ini sudah parah maka diwajibkan untuk langsung menghubungi dokter. Jadwalkan pertemuan dengan dokter pada waktu yang tepat sehingga bisa tetap menjaga protokol kesehatan.

Penutup

Nah itulah pembahasan tentang hamil di masa pandemi beserta tipsnya yang bisa Anda terapkan bersama pasangan terutama bagi Anda pengantin baru.

Masa-masa pandemi memang cukup menyulitkan dalam beberapa aspek seperti saat ingin mengecek kandungan. Seringkali kita tidak yakin kalau tidak langsung periksa ke dokter. Tapi kita juga perlu bijak, karena virus ini bukan virus biasa-biasa saja. Anda dan anak yang dikandung perlu dijaga dengan sangat baik kondisinya.

BIla Anda merasa artikel ini bermanfaat maka silahkan untuk disebarkan seluas-luasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *