Parenting Blog

Membahas tentang Ayah, Ibu dan Anak agar Hubungan Lebih Harmonis

pemberian terbaik untuk anak

Anak adalah anugerah terbaik Tuhan yang diberikan kepada setiap pasang manusia. Begitu banyak pasangan yang mendambakan dianugerahkan momongan. Ketika ia sudah lahir maka semasa ia hidup kita harus memberikan pemberian terbaik untuk anak.

Namun, seringkali kita terjebak pada stigma bahwa pemberian kepada anak harus diwujudkan dalam bentuk hadiah yang berbentuk fisik. Sebenarnya tidak salah dengan memberikan hadiah fisik kepada anak tapi ternyata ada yang lebih penting dari itu.

Psikolog Najelaa Shihab, kamu pasti kenal dengan beliau karena masih satu saudara dengan Najwa Shihab atau lebih spesifiknya beliau adalah kaka dari Najwa Shihab.

Penasaran bagaimana penjelasan Najelaa Shihab terkait dengan pemberian ini? Yuk simak terus artikel ini sampai habis.

Baca Juga: Inilah Seni Mendidik Anak di Era Digital 4.0

pemberian terbaik untuk anak

sumber: unsplash

Dukungan Lebih Baik dibandingkan Hadiah Fisik

Yap, menurut psikolog Najelaa Shihab pemberian terbaik untuk anak bukanlah hadiah fisik melainkan sebuah dukungan.

Bila kamu menganggap bahwa hadiah fisik adalah pemberian yang terbaik maka itu adalah hal yang salah. Pemberian hadiah secara fisik hanya akan membuat anak ketergantungan.

Yap, pada akhirnya anak menjadi tidak mandiri.

Dalam buku yang ia tulis berjudul, “Keluarga Kita Mencintai dengan Lebih Baik”, Najelaa mengatakan bahwa, “Disiplin positif diterapkan dengan cara memberikan dukungan. Orang tua perlu paham perbedaannya”.

Beliau merumuskan perbedaan antara hadiah dan dukungan.

  1. Dukungan memiliki ikatan emosional, ia mengekspresikan perasaan orang tua sedangkan hadiah dijanjikan sebelum terjadinya perilaku sehingga fungsinya hanya sekedar untuk mengontrol atau memanipulasi anak.
  2. Dukungan akan mendorong kenikmatan pada diri anak, sehingga ia akan berfokus pada internal dirinya sedangkan hadiah akan membuat anak hanya fokus pada faktor eksternal.
  3. Dukungan disesuaikan dengan antusiasme seorang anak sedangkan hadiah diukur dan ditetapkan oleh orang tua.
  4. Dukungan diberikan dalam berbagai situasi, baik dalam proses, gagal, ataupun sukses sedangkan hadiah hanya diberikan tatkala si anak telah sukses mencapai apa yang ia janjikan.

Sampai sini cukup jelas ya perbedaannya? Melihat perbedaan tersebut tentu membuat kita sadar bahwa anak memerlukan perhatian yang lebih dalam setiap aktivitas mereka.

Hadiah mungkin bisa jadi penyemangat tapi yang lebih dalam dari itu, sebuah support akan mendukung mereka bahkan sampai ke dalam batinnya.

Ini sama seperti bila kita diberikan support terhadap apa yang kita lakukan. Maka kondisi batin kita umumnya akan lebih membaik.

Perbedaan Pendapat dengan Najelaa

Sebenarnya ada yang memiliki pendapat yang berbeda dengan psikolog yang juga pendiri Sekolah Cikal ini. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyebutkan bahwa dukungan juga merupakan bagian dari hadiah.

Baca Juga: 4 Tanda Kamu Butuh Menikah

pemberian terbaik untuk anak

sumber: unsplash

Lahirnya Motivasi Sejak Dini

Dengan memberikan dukungan terus menerus maka motivasi dalam diri seorang anak akan terus tumbuh. Coba lihat proses anak ketika hendak mencoba untuk berjalan.

Apakah mereka diiming-imingi sebuah hadiah? Tidak mereka berusaha sendiri. Kemudian didukung terus oleh kedua orang tua yang membuat mereka akhirnya bisa berjalan.

Bila hadiah sudah diberikan sejak awal maka ini akan mematikan motivasi internal dalam diri mereka. Mereka hanya akan bergerak ketika ada faktor eksternal yang dilibatkan.

Dalam bukunya lagi, Najelaa menyebutkan, “Saat anak berada dalam lingkungan yang tidak membatasi, ia mempunyai dorongan untuk mencoba dan mengembangkan potensi diri,”

Dukungan akan menambahkan kesadaran di dalam diri seorang anak karena dukungan adalah bentuk cinta tak bersyarat.

Ia bukanlah berbentuk kepatuhan sementara dikarenakan adanya ganjaran yang ia akan dapatkan.

Baca Juga: Pernikahan dalam Islam beserta Tata Caranya

Penutup

Demikianlah penjelasan tentang pemberian terbaik untuk anak yang mana bukanlah hadiah fisik yang harus diutamakan tapi sebuah dukungan yang konsisten dan memberikan moral value yang tinggi kepada anak.

Tidak salah untuk memberikan hadiah fisik tetapi jangan sampai dijadikan kebiasaan sehingga mematikan motivasi internal di dalam diri anak.

Silahkan share artikel ini seluas-luasnya. Untuk konten lain terkait dengan parenting, ayah ibu bisa terus memantau blog ayahibu ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *