Parenting Blog

Membahas tentang Ayah, Ibu dan Anak agar Hubungan Lebih Harmonis

Seni Mendidik Anak

Seni Mendidik Anak di Era 4.0 yang perlu Ayah Ibu ketahui – Ayah Ibu pasti menyadari bahwa mendidik anak adalah hal yang paling penting karena anak adalah generasi penerus yang akan datang. Terlebih di era digital saat ini, seni mendidik anak menjadi hal yang harus diperhatikan.

Coba kalau ayah ibu perhatikan anak-anak di sekitar kita atau mungkin anak ayah ibu sendiri yang saat ini jarang bersosialisasi. Mengapa demikian?

Ya karena mereka lebih banyak berinteraksi dengan gadget. Kecanduan gadget menjadi hal yang seakan-akan “lumrah” terjadi. Lalu, bagaimana cara mengatasi hal tersebut?

Inilah seni mendidik anak di era digital yang perlu ayah ibu pahami. Yuk simak sampai habis ya.

Inilah Pentingnya Komunikasi dengan Anak - Futuready

sumber: futuready

Komunikasi dengan Anak

Hal pertama yang harus dilakukan adalah  berkomunikasi dengan anak. Komunikasi adalah kunci untuk menyampaikan tujuan. Beda target tentu beda bahasa yang disampaikan.

Usahakan menyampaikan pesan kepada anak dengan bahasa yang mudah dimengerti. Sangat dianjurkan untuk menggunakan bahasa praktek sehingga anak bisa melihat langsung.

Seorang anak apalagi yang masih balita akan lebih mudah menyerap informasi dari apa yang ia lihat. Namun, bukan berarti komunikasi secara verbal tidak dilakukan.

Tetap lakukan komunikasi tersebut namun dengan bahasa-bahasa yang mudah dipahami.

Orang Tua Juga Melek Teknologi

Sering terjadi orang tua yang tidak mengerti dengan apa yang dimainkan anaknya sehingga merasa “masa bodo” dengan apa yang diperlakukan anaknya dengan gadget yang ia genggam.

Hal seperti itu sudah sepatutnya dihindari. Orang tua juga sudah sepatutnya melek terhadap teknologi. Karena bisa jadi anak ayah ibu mengakses sesuatu yang tidak baik.

Contoh : pornografi.

“Tapi, bukannya situs-situs tersebut sudah diblokir sama pemerintah?”

Yap, situs tersebut memang sudah diblokir sama pemerintah sehingga bila ayah ibu ketikkan situs tersebut di browser pada umumnya maka yang terjadi adalah penolakan dengan tanda “internet positif”.

Namun, jangan salah meskipun sudah diblokir, anak ayah ibu tetap bisa mengaksesnya menggunakan teknologi yang bernama VPN. Nah, hal-hal seperti ini perlu ayah ibu ketahui biar anak ayah ibu terpantau dengan baik dan dapat mengkonsumsi hal-hal yang positif.

Parental Control dan Monitoring

Jangan lupakan untuk terus melakukan pengawasan terhadap anak. Sesibuk apapun ayah ibu tetap pantau aktivitas anak. Sisihkan waktu sekitar 1-2 jam selama di rumah untuk melihat aktivitas anak.

Akan lebih baik, bila ayah ibu memiliki “informan” yang mengabarkan bagaimana aktivitas anak tersebut. Bila ada sesuatu yang mencurigakan, ayah ibu bisa langsung memastikan. Tentunya, dengan cara yang tidak terkesan “menghakimi”.

Tetapkan Aturan dan Batasan

Keluarga adalah sebuah organisasi kecil yang pada prinsipnya memiliki tujuan bersama. Tujuan yang umum dicapai adalah menjadi keluarga yang harmonis.

Nah, untuk mencapai tujuan tersebut maka sebagaimana sebuah organsisasi, aturan dan batasan juga perlu diterapkan. Seluruh anggota keluarga wajib mengikuti aturan dan batasan tersebut tanpa terkecuali.

Bila ada yang melanggar, ayah ibu bisa menetapkan punishment kepada mereka. Namun, dalam hal pemberian ini ayah ibu juga perlu hati-hati. Jangan sampai anaknya malah jadi frustasi dan semakin brutal.

Niatnya ingin memberi efek jera eh malah ayah ibu yang jera telah memberikannya hukuman.

The Importance of Social Media Follow and Share Buttons on Your…

sumber: The Brandon Agency

Follow Social Media

Jangan ragu untuk memiliki sosial media. Meskipun, tidak begitu penting buat ayah ibu tapi itu penting untuk bisa memantau aktivitas digital dari anak ayah ibu semua.

“Tapi saya gaptek? Gimana dong?”

Nah, itulah sebab ayah ibu perlu melek teknologi. Bila ayah ibu mau belajar sedikit saja masalah sosial media maka dengan mudah ayah ibu bisa beradaptasi dengan mereka kok.

Kalau ayah ibu sudah follow socmed mereka maka bisa tuh lihat apa saja yang mereka kerjakan, akun apa saja yang mereka follow dan sebagainya.

Sebagai anak milenial pasti ada rasa “kurang” bila tidak update story. Jadi, ayah ibu bisa pantau aktivitas anaknya lewat itu.

Eksplorasi Hal-Hal Positif dari Anak

Bandel sebenarnya adalah fitrahnya seorang anak. Namun, tetap sebagai orang tua kita perlu arahkan mereka ke sesuatu yang positif.

Caranya?

Bisa dimulai dengan mengeksplorasi hal-hal positif yang dimiliki oleh si anak. Seperti apa hobinya, cita-citanya ingin jadi apa, apa sesuatu yang ingin ia lakukan dan sebagainya.

Dengan mengeksplorasi hal-hal tersebut maka ayah ibu bisa mengarahkan anaknya untuk bisa mendalami hal yang mereka ingin ketahui lebih lanjut.

Menjadi Contoh yang Baik Bagi Anak - Parenting Fimela.com

sumber: fimela.com

Jadilah Contoh yang Baik

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perbanyaklah komunikasi dengan bahasa praktek bukan hanya verbal dengan begitu anak akan lebih mudah dipahami.

Dengan kata lain juga, ayah ibu perlu menjadi contoh yang baik bagi sang anak. Karena siapa lagi sosok yang pertama kali ia akan lihat bahkan setiap hari ia bertemu selain sosok ayah ibu?

Sebisa mungkin, perlihatkanlah perbuatan yang baik selama ada di depan anak. Dengan begitu, ia akan lebih memahami tentang, “bagaimana ia harus bersikap dalam setiap kondisi”.

Penutup

Nah, itulah 7 tips seni mendidik anak di era 4.0 alias digital. Semoga tips ini bisa membantu ayah ibu untuk bisa mendidik anaknya agar lebih baik.

Silahkan share artikel ini seluas-luasnya agar banyak orang bisa lebih memahami tentang seni mendidik anak di era digital. Untuk konten lain terkait dengan parenting, ayah ibu bisa terus memantau blog ayahibu ini.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *