Parenting Blog

Membahas tentang Ayah, Ibu dan Anak agar Hubungan Lebih Harmonis

Tips mengajarkan anak menabung – Masalah keuangan adalah masalah yang krusial loh ayah ibu sekalian. Edukasi terkait dengan keuangan harusnya sudah diberikan sejak anak masih kecil terutama terkait dengan menabung.

Sam X Renick seorang pelopor literasi keuangan dalam penelitiannya menyebutkan bahwa tanpa pengetahuan tentang uang akan sulit untuk mengelola uang dengan baik dalam hidup.

Menariknya survei dari T. Rowe Price’s 11th Annual Parents, Kids, & Money Survey menyebutkan bahwa hampir separuh orang tua menyebutkan bahwa mereka kehilangan kesempatan untuk berbincang dengan buah hatinya terkait dengan uang dan keuangan.

Sebagian orang tua lainnya menyebutkan bahwa mereka tidak ingin mendiskusikan masalah uang kepada anak mereka.

Nah, kembali pada penekanan kalimat di awal bahwa literasi keuangan itu penting bahkan kepada anak yang masih kecil sekalipun.

Salah satu yang bisa diterapkan adalah membiasakan anak untuk menabung.

“Tapi gimana caranya agar anak bisa punya kebiasaan menabung?”

Berikut adalah 5 tips mengajarkan anak menabung sejak dini.

Tips Mengajarkan Anak Menabung

sumber: unsplash (@anniespratt)

Berkenalan dengan Uang

Tips yang pertama adalah ajak buah hatimu untuk berkenalan dengan uang. Perkenalkan mereka tentang  warna, bentuk, dan nominal secara bertahap.

Akan lebih mengasyikkan bila kamu mengajarkan uang kepada anak dengan cara bermain. Yap ajak ia tebak-tebakan tentang uang yang sedang kamu pegang.

Bila ia tepat menjawab semua uang yang kamu pegang maka selamat, anakmu telah mengenal uang. Tetapi mengenal uang bukan berarti mengerti besaran uang.

Dalam artian bisa jadi ia mengetahui bahwa uang itu Rp5.000 dan Rp10.000 tapi ia belum tentu tahu bahwa Rp10.000 adalah nominal yang lebih besar dibandingkan Rp5.000

Baca Juga: Pemberian Terbaik untuk Anak bukan Hadiah 

Ajak Anak Berbelanja

Nah, biar anak tahu mana nominal yang lebih besar kamu bisa mengajak anak ketika kamu sedang berbelanja. Kamu perlihatkan dirimu yang sedang bertransaksi. Ketika transaksi pasti terjadi dialog tuh.

Dialog tersebut lama-kelamaan akan dicerna oleh si anak yang akhirnya membuat si anak paham bahwa untuk berbelanja A pakai uang Rp2.000 tidak cukup harus pakai uang Rp5.000. Sehingga anak memahami bahwa Rp5.000 lebih besar dibandingkan Rp2.000

Ajak Anak ke ATM/Bank

Bagaimanapun anak akan mengikuti tingkah orang tuanya. Sebelum kamu ke bank, edukasi dulu ke anak kamu bahwa uang yang kemarin dipakai untuk berbelanja itu ada kembaliannya.

Nah kembalian ini jangan dihabiskan karena akan menimbulkan sikap boros. Kembalian ini bisa ditabung. Kamu ajak anakmu ke Bank dan lakukan transaksi menabung di bank.

Dengan begitu, anak akan lebih mudah untuk memahami bahwa setiap uang yang tersisa harus ditabung.

Baca Juga: Inilah Seni Mendidik Anak di Era 4.0

Tips Mengajarkan Anak Menabung

sumber: unsplash (@anniespratt)

Belikan Celengan

Langsung ke tahap praktik si anak. Bagaimanapun ketika kamu menyarankan anak untuk menabung kamu harus menyediakan tools agar ia bisa menabung.

Kamu bisa mulai dengan belikan celengan si anak agar ia mau menyisihkan uangnya dicelengan tersebut. Disarankan beli celengan yang memiliki rupa/bentuk yang disukai si anak.

Hal ini agar anak senang dengan aktivitas menabungnya dan akan selalu nyaman dengan celengannya.

Jangan Turuti Setiap Permintaan

Tips mengajarkan anak menabung yang kelima alias yang terakhir adalah dengan tidak menuruti setiap permintaannya. Ketika ia menginginakn sesuatu katakan bahwa hal tersebut bisa ia dapatkan dengan menyisihkan uang jajannya.

Hari per hari kamu bisa memantau bagaimana perilaku menabungnya. Bila ia mulai serius maka kamu bisa berikan reward ke dia dengan menambahkan uangmu agar ia mendapatkan barang yang ia inginkan.

Dengan begitu, si anak akan merasa mendapatkan apresiasi dari hasil kerja kerasnya dalam menabung.

Penutup

Demikian 5 tips mengajarkan anak menabung. Semoga tips ini bisa membantu kamu untuk bisa mengajarkan anaknya mandiri finansial sejak dini.

Bila kamu menyukai artikel tentang anak dan bayi. Kamu bisa baca lebih lanjut di blog ini pada Topik Anak dan Bayi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *